KUBIL
Blog Pribadi Fikri Halfia R

MODAL VENTURA

Label:
BAB I
Pendahuluan

1.Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, hal ini ditandai dengan pembangunan yang dilakukan di segala sektor, meliputi pembangunan ekonomi, sosial politik sampai sektor pertahanan dan keamanan. Semua pembangunan yang sedang dilakukan memerlukan dana yang tidak sedikit apalagi Indonesia belum terbebas dari krisis moneter yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997.

Selain itu Indonesia juga disebut sebagai negara hukum yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Salah satu tujuan dari Pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah mengemban tugas untuk mewujudkan sila ke 5 (lima) dari Pancasila, akan tetapi sampai saat ini hasilnya belum memuaskan, sebab kinerja pemerintah terkesan tidak memperhatikan rakyat miskin, tetapi hanya memperhatikan orang-orang yang mempunyai uang dan jabatan. Masyarakat miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya, bukan yang miskin menjadi lebih makmur. Hal tersebut jelas bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 33 yang dalam salah satu ayatnya menyatakan bahwa :

“Semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan di pergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat".

Akan tetapi yang terjadi hanya untuk kemakmuran pribadi atau golongan. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang sekarang berdiri, banyak sekali usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ibarat anak kita yang terlahir cacat, tidak di perlakuan khusus kepadanya. Tidak mungkin dan terlalu naif jika kita membiarkan, apalagi menuntut mereka berkompetisi dengan anak yang lahir sempurna pada tataran yang sama. Sangat tidak adil.

Selama ini, kesan klasik yang dialamatkan pada UMKM adalah mereka butuh modal (dana). Walaupun cukup banyak cara mendapatkan modal untuk usaha, namun bukan modal satu-satunya yang menjadi kendala mereka. Berbagai persoalan lainnya juga melingkari mereka dan sulit diputus. Misalnya, soal akses pasar, manajemen yang amburadul, dan sebagainya.

Karena itu mereka sebenarnya bukan hanya perlu pembiayaan, tetapi sekaligus pendampingan untuk berbagai hal. Banyak yang membutuhkan keduanya. Salah satu model keterkaitan bisnis yang saling menguntungkan antara penyedia modal dan pihak yang membutuhkan modal yang sudah dikembangkan sejak lama dan sudah mencapai hasil yang baik adalah keterkaitan bisnis model ventura.


2.

Rumusan Masalah

1.

Apa saja keunggulan Modal ventura dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya?
2.

Bagaimana Modal Ventura bisa menolong pengusaha kecil dan menengah?

BAB II

Tinjauan Pustaka

Pengertian modal ventura menurut handowo dipo berbunyi sebagai berikut :

Modal ventura merupakan suatu "dana usaha dalam bentuk saham atau pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham. Sumber dana tersebut adalah perusahaan ventura yang mengharapkan keuntungan dari investasinya tersebut". (Handowo Dipo, 1993 : 10)

Menurut Dr. Neil Cross memberikan pengertian modal ventura adalah :

Sebagai suatu pembiayaan yang mengandung risiko, biasanya dilakukan dalam bentuk partisipasi equity, terhadap perusahaan-perusahaan yang mempunyai potensi berkembang yang tinggi. (Chris Bovaird, 1991 : 3)

Sedangkan Modal Ventura menurut Keppres No. 61 Tahun 1988, tentang Lembaga Pembiayaan pasal 1 ayat (11), serta Keputusan Menkeu No. 1251/KMK.013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan adalah :

Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu Perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu.



BAB III

Analisis dan Pembahasan

Analisis

Dari beberapa rumusan di atas dapat ditarik pengertian mengenai modal ventura adalah suatu pembiayaan oleh suatu perusahaan kepada suatu pusahaan pasangan usahanya yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal. Perusahaan yang menerima penyertaan modal disebut Perusahaan Pasangan Usaha (Investee Company), dan perusahaan yang melakukan penyertaan modal disebut Perusahaan Modal Ventura.

Meskipun prinsip pembiayaan dari modal ventura adalah “Penyertaan”, namun hal tersebut tidak berarti bentuk formal dari pembiayaannya selalu penyartaan. Bentuk pembiayaannya bisa saja obligasi atau bahkan pinjaman, namun obligasi atau pinjaman itu tidak sama dengan obligasi atau pinjaman biasa karena mempunyai sifat khusus yang pada intinya mempunyai syarat pengembalian dan balas jasa yang lebih lunak. Syarat yang lebih lunak itu dapat bermacam-macam, antara lain berupa :

1.

bagi hasil
2.

pembayaran pinjaman hanya jika Perusahaan Pasangan Usaha mampu (mengalami tingkat keuntungan tertentu)
3.

pinjaman dapat dikonversikan menjadi saham/penyertaan
4.

dan lain-lain.



1.

Sejarah Perkembangan Modal Ventura

Sejarah perkembangan perusahaan modal ventura di Indonesia cukup panjang kendati relatif masih muda dibandingkan sejarah kehadiran lembaga serupa di luar negeri. Perusahaan modal ventura diawali dengan pembentukan BUMN PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Memang sebetulnya perkembangan modal ventura sudah lama ada di masyarakat Indonesia. Sebab dalam masyarakat Indonesia, baik masyarakat asli atau masyarakat Timur asing seperti India dan Cina, sudah biasa saling membantu terutama antara sesama anggota keluarga. Hanya saja sayangnya, deal-deal dengan konsep bagi hasil tersebut dengan pengecualian obyek tanah, hanya berlaku di antara mereka yang mempunyai hubungan tertentu seperti hubungan persaudaraan atau pertemanan. (Munir Fuady, 2002 : 120-121)

Lalu, pada tahun 1973, BPUI mendirikan PT Bahana Artha Ventura (BAV) yang sahamnya 100% dimiliki oleh BPUI. Secara formal adanya usaha modal ventura di Indonesia pada saat berlakunya Kebijakan 20 Desember 1988 yang menempatkan usaha modal ventura sebagai salah satu kegiatan pembiayaan samping bentuk-bentuk kegiatan pembiayaan yang lain. Pada kenyataannya usaha modal ventura relatif kurang berkembang di Indonesia dibandingkan lembaga pembiayaan yang lain. Kurang berkembangnya usaha modal ventura di Indonesia terutama disebabkan karena :

a. Belum dikenal b. Risiko c. Kesesuaian

d. Tenaga profesional e. Pasar modal f. Peratuan perundangan


2.

Karakteristik Umum Modal Ventura

Modal Ventura (Venture Capital), dengan sasaran investasinya perusahaan yang sedang dalam tahap growth yang resikonya relatif tinggi-sehingga disebut juga risk capital, berusaha mengimbangi tingginya resiko ini dengan harapan return yang tinggi pula (high risk-high gain). Namun, tentunya return yang tinggi tersebut jangan sampai membebani investee-nya dari sisi keuangan, apalagi mengingat perusahaan dalam tahap growth biasanya membutuhkan pembiayaan yang besar untuk pertumbuhannya.

Dengan demikian, usaha modal ventura beroperasi dengan beberapa karakteristik sebagai berikut : (Bambang Siswadji, 2002 : www.progressio.or.id)

1.

Equity atau quasi-equity instrument

Pada dasarnya, pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan modal ventura kepada “perusahaan pasangan usaha” (investee) diberikan tidak melalui skema kredit, melainkan melalui penyertaan modal (perusahaan modal ventura ikut memiliki saham, yang setelah waktu tertentu akan dijual kembali).

2.

Active investment

Mengingat sumber utama pendapatan perusahaan modal ventura berasal dari peningkatan nilai perusahaan, maka modal ventura akan bersikap aktif, ikut mengusahakan terjadinya peningkatan nilai perusahaan, baik melalui monitoring, bantuan manajemen, teknis, hingga upaya-upaya value creation yang dapat dilakukan.


3.

Cara Pemberian Bantuan

Bantuan yang diberikan Perusahaan Modal Ventura kepada Perusahaan Pasangan Usaha dapat meliputi 2 (dua) hal, yaitu bantuan finansial dan bantuan menajemen.

Atas dasar cara pemberian kedua jenis bantuan tersebut, mekanisme modal ventura dapat dibedakan menjadi : (Y. Sri Susilo-dkk, 2000 : 28)

3.

Single TierAproach

Pendekatan ini menempatkan sebuah Perusahaan Modal Ventura dalam dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai pemberi bantuan pembiayaan (fund company) dan juga sebagai pemberi bantuan manajemen atau pengelolaan dana (managemen company).

4.

Two Tier Aproach

Pendekatan ini memungkinkan sebuah Perusahaan Pasangan Usaha untuk menerima bantuan pembiayaan dan bantuan manajemen dari Perusahaan Modal Ventura yang berbeda. Berdasarkan pengertian tersebut, pihak-pihak yang terkait meliputi 3 (tiga) pihak, yaitu 1 Perusahaan Modal Ventura yang memberikan bantuan pembiayaan, 1 Perusahaan Modal Ventura yang memberikan bantuan manajemen, dan 1 Perusahaan Pasangan Usaha.





Pembahasan

Kini kita bahas bagaimana memanfaatkan jasa dari perusahaan modal ventura. Dibandingkan perbankan, modal ventura terdapat perbedaan yang bisa membuat pengusaha kecil lebih berhasil. Beberapa kelebihan modal ventura yang bisa membuat pengusaha kecil dan menengah bisa mengembangkan usahanya lebih baik lagi.

Pertama, modal ventura menyediakan modal. Ini tentu sama dengan bank, yang menyediakan modal dengan sistem kreditnya. Jadi dari sistem modal, modal ventura sama dengan bank.

Namun, perbankan tidak kondusif dalam membangun usaha kecil. Karena kredit yang mereka kucurkan berdasarkan 5 C yakni character, capacity, capital, condition, dan collateral. (Budi Rahmat, 2003 : 45) Akibatnya, perbankan menerapkan berbagai persyaratan jaminan keamanan kredit yang disalurkannya. Apalagi mereka juga sering kali tidak membedakan persyaratan kredit terhadap usaha mikro atau kecil dengan usaha besar.

Kedua, selain modal, modal ventura juga menyediakan pendampingan. Ini letak perbedaaannya. Di mana pendamping ini, mendampingi pengusaha kecil supaya bisnisnya lebih berhasil lagi. Karena mereka berpengalaman mendampingi pengusaha-pengusaha lain, maka pengalaman ini akan berguna untuk membantu perusahaan yang mendapatkan pendampingan dari modal ventura ini. Artinya bisa mendapatkan nasihat berharga untuk mengembangkan bisnisnya.


Ketiga, selain pendampingan, mereka juga menyediakan training, baik yang sifatnya teknis operasional, produksi, maupun manajerial, bagaimana memanage suatu bisnis atau usaha. Ini yang menyebabkan modal ventura berbeda dari perbankan.

Faktor penting lain yang membuat modal ventura pilihan yang lebih nyaman bagi para pengusaha kecil dan menengah, adalah sistem pembayarannya, yang disesuaikan dengan penghasilan usaha tersebut. Hal ini tentunya meringankan pihak pengusaha, yang masih belum terlalu kuat dalam bisnisnya.

Sekarang kita lihat dalam hal permodalan tadi. Kalau di perbankan sifatnya bunga. Pengusaha menerima uang, yang harus dibayarkan bunga dan pokoknya setiap bulan. Tapi dalam modal ventura dia sifatnya bagi hasil, jadi memberi keleluasaan bagi pengusaha kecil, yang belum berkembang yang masih belum tahu pasti pasarnya seperti apa. Dengan cara ini, para pengusaha kecil ini jadi lebih mudah untuk mengatur arus kasnya seperti apa. Karena kalau mereka telah mencicil, kewajiban mereka disesuaikan dengan pendapatan mereka itu. Ini berlainan daripada bank, di mana bunganya ditentukan di awal, dan tidak memperhitungkan berapa yang riil, yang diterima oleh pengusaha kecil ini. Hal-hal inilah yang membuat modal ventura pilihan yang menarik bagi pengusaha kecil mengembangkan usahanya.

Ditambah lagi lokasinya yang terjangkau, yang telah berada di banyak tempat di Indonesia, merupakan salah satu keunggulan modal ventura.



BAB IV

Penutup

1.

Kesimpulan

Apabila dibandingkan dengan lembaga pembiayaan yang lain, Modal Ventura memberikan skema pembiayaan usaha yang relatif lebih lunak. Skema pembiayaan melalui modal ventura dapat dikatakan relatif lebih lunak, terutama jika dibandingkan dengan pembiayaan dari kredit perbankan, antara lain karena balas jasa yang harus diberikan oleh penerima modal ventura kepada perusahaan modal ventura berdasarkan prinsip bagi hasil. Sejak awal diperkenalkannya pembiayaan melalui modal ventura, pembiayaan ini mempunyai 2 (dua) dimensi utama, yaitu dimensi bisnis dan dimensi sosial. Modal Ventura berdimensi bisnis artinya kegiatan pembiayaan melalui modal ventura bertujuan untuk memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan modal ventura. Modal ventura berdemensi sosial artinya bantuan pembiayaan dan manajemen melalui modal ventura diarahkan juga untuk membantu usaha kecil yang sedang mengalami kesulitan modal dalam kegiatan usahanya.


2.

Saran

Pembiayaan yang "ditawarkan" model MV itu kurang akrab di kalangan masyarakat, sebab memang di situlah letak masalahnya. Banyak usaha yang belum berbentuk PT. Jadi pemerintah masih diperlukan upaya keras secara bersama untuk membangun kesadaran pelaku UMKM agar mereka mengerti berbagai pola dan instrumen yang dapat digunakan untuk maju.

DAFTAR PUSTAKA

Literatur


Dipo, Handowo. Sukses Memperoleh Dana, Jakarta: Grafiti, 1993


Bovaird, Chris. Venture Capital Finance, Great Britain, 1991.


Fuady, Munir. Hukum Tentang Pembiayaan (dalam teori dan praktek), Cetakan Ketiga, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2002


Susilo, Sri, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta: Salemba Empat, 2000


Rachmat, Budi, Anjak Piutang (solusi cash flow problem), Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003


Siswadji, Bambang, www.progressio.or.id/content/modal_ventura_pnm.htm, Jakarta, 2002



Peraturan Perundang-undangan


Undang-Undang Dasar 1945, PT Balai Pustaka, Jakarta, 1981.


Keppres No. 61 Tahun 1988, tentang Lembaga Pembiayaan


Keputusan Menkeu No. 1251/KMK.013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan

0 komentar:

Poskan Komentar

My Blog List

Followers